Showing posts with label Jobs and Career Development. Show all posts
Showing posts with label Jobs and Career Development. Show all posts

Tuesday, December 20, 2011

BERKARIER DI TELEVISI


Perkembangan televisi di Indonesia makin pesat. Selain yang berjangkauan nasional, setiap daerah kini mempunyai stasiun sendiri-sendiri. Membuka begitu banyak lowongan kerja. Bila Anda tertarik, ini dia beberapa profesinya.


PRODUKSI
Umumnya dibagi atas produksi drama dan non-drama. Drama berupa sinetron, dan non-drama antara lain acara music (seperti Inbox SCTV, Dahsyat RCTI), variety show (seperti Opera Van Java di TV7 dan Comedy Project di Trans TV)
Profesi bidang ini antara lain:

  1. Creative
Lingkup kerja: bertanggung jawab dalam perencanaan, pembuatan, dan pelaksanaan produksi berkaitan dengan aspek kreatif.
Pendidikan: lebih diutamakan lulusan sekolah bidang pertelevisian, namun tak menutup kemungkinan lulusan dari berbagai disiplin ilmu dengan catatan pernah bekerja di rumah produksi.

  1. Art Director
Lingkup kerja: bertanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksana produksi berkaitan dengan aspek kreatif dan seni.
Pendidikan: lebih diutamakan lulusan sekolah bidang pertelevisian, namun tak menutup kemungkinan dari disiplin ilmu lain asal punya bakat dan pengalaman bekerja di bidang penyiaran seperti rumah produksi.

  1. Floor Director
Lingkup kerja: bertanggung jawab atas kesiapan semua elemen di ruang studio sebelum dan ketika syuting. Menjadi perantara antara sutradara di ruang kontrol dengan kru dan pengisi acara di studio.
Pendidikan: lulusan sekolah pertelevisian.

  1. Director
Lingkup kerja: bertanggung jawab atas pelaksana sebuah produksi, sehinggan menghasilkan sebuah tanyangan. Sehingga harus menguasai pengambilan gambar oleh kamera, lighting, audio, bahkan mengarahkan pengisi acara. Untuk program drama, biasanya dibantu oleh asisten sutradara yang tugasnya serupa dengan Floor Director.
Pendidikan: lulusan sekolah pertelevisian.

  1. Produser
Lingkup kerja: bila sutradara bertanggung jawab atas berhasilnya sebuah tayangan, produserlah yang menjadi otak dari sebuah tanyangan. Memikirkan tidak hanya produksi dan hasil jadi, juga memikirkan aspek finansial, politis, dan kerjasama dengan pihak lain secara internal maupun eksternal.
Pendidikan: lulusan sekolah pertelevisian, namun tidak menutup kemungkinan dari disiplin ilmu lain asal pengalama di bidang broadcast.

  1. Script Writer
Lingkup kerja: penulis skenario bukan hanya dibutuhkan untuk produksi sinetron, juga pada acara lain seperti reality show, talk show dan acara musik (untuk dibacakan oleh presenter). Ia harus menyesuaikan gaya bahasa agar sesuai dengan segmen acara, dan kreatif membuat skenario.
Pendidikan: tidak ada pendidikan khusus untuk script writer. Beberapa jurusan mempunyai mata kuliah komunikasi dan desain komunikasi yang dibutuhkan oleh profesi ini, antara lain Ilmu Komunikasi, Sastra, Desain Grafis, Advertising dan Jurnalistik.
 
  1. Wardrobe, Hair, and Make-Up
Lingkup kerja: mendandani para pengisi acara yang tampil di depan kamera. Menyiapkan busana, riasan wajah serta rambut yang sesuai dengan acaranya.
Pendidikan: lulusan sekolah fashion dan desain, atau yang pernah mengambil kursus desain dan tata rias wajah dan rambut.

PROGRAMMING
  1. Research Analyst
Lingkup kerja: mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi program-program televisi berdasarkan analisis data lembaga survei dan analisis kompetitor.
Pendidikan: lulusan statistik atau matematika.

  1. Program Planning & Scheduling
Lingkup kerja: melakukan fungsi perencanaan dan monitoring program.
Pendidikan: tidak dibatasi dengan catatan memiliki pengetahuan tentang program televisi lokal dan internasional.

  1. Quality Control
Lingkup kerja: memeriksa keadaan fisik materi, video dan audio agar sesuai dengan standar penayangan yang berlaku.
Pendidikan: tidak terbatas pada bidang ilmu tertentu, dengan catatan punya minat, bakat dan pengalaman di bidang optik.

  1. Media Planner
Lingkup kerja: merencanakan efektivitas media promosi.
Pendidikan: lulusan sekolah periklanan, namun tidak tertutup kemungkinan dari bidang ilmu lain, dengan catatan punya pengalaman di bidang advertising agency.

  1. Promo Editor
Lingkup kerja: melakukan penyuntingan gambar materi promo.
Pendidikan: diutamakan lulusan sekolah pertelevisian, tapi tak menutup kemungkinan lulusan dari bidang ilmu lain dengan catatan mempunyai pengalaman pekerjaan editing, dan peralatan editing (analog digital).

OPERATIONS
  1. Audio Operator
Lingkup kerja: mengoperasikan peralatan audio di studio.
Pendidikan: lulusan teknologi telekomunikasi atau teknik elektro.

  1. Video Operator
Lingkup kerja: mengoperasikan switcher dan VTR di studio.
Pendidikan: lulusan ilmu informatika.

  1. On Air Support Officer
Lingkup kerja: melakukan kegiatan pra siaran, siaran dan pasca siaran.
Pendidikan: diutamakan lulusan bidang pertelevisian, namun tak tertutup kemungkinan dari bidang ilmu lain dengan catatan punya pengalaman di studio.

  1. Cameraman
Lingkup kerja: mengoperasikan kamera studio.
Pendidikan: bidang pertelevisian atau broadcast, tapi tak tertutup kemungkinan lulusan dari bidang ilmu lain dengan catatan punya pengalaman mengoperasikan kamera televisi.

INFORMATION TECHNOLOGY – IT
  1. IT Manager
Lingkup kerja: memastikan layanan IT dan mengkoordinasikan laporan dan sistem penyimpanan data.
Pendidikan: lulusan sekolah ilmu komputer, lebih punya peluang bila berpengalaman di bidang IT (Oracle, DFD, Server Application, Internet dan Intranet, Network Management System, Windows Applications, Cisco, Design Network). Lebih punya peluang bila berpengalaman di bidang broadcast, multimedia, dan industri televisi.

  1. Web Programmer
Lingkup kerja: mengembangkan, meng-udate dan memelihara website perusahaan.
Pendidikan: lulusan ilmu komputer dan sanggup membuat program aplikasi.

  1. IT Suport Engineering
Lingkup kerja: memberikan dukungan teknis terhadap operasional IT, menyangkut pemeliharaan dan troubleshooting.
Pendidikan: lulusan ilmu komputer, menguasai troubleshooting hardware dan software.

NEWS AND CURRENT AFFAIRS
Profesi dibidang ini antara lain:

  1. Reporter
Lingkup kerja: melakukan peliputan berita aktual setiap hari.
Pendidikan: diutamakan lulusan jurnalistik, namun tidak tertutup kemungkinan lulusan bidang ilmu lain.

  1. Cameraman
Lingkup kerja: melakukan pengambilan gambar berkaitan dengan liputan berita.
Pendidikan: diutamakan lulusan sekolah broadcasting namun tidak tertutup kemungkian untuk lulusan bidang ilmu lain dengan catatan menguasai peralatan kamera televisi.

  1. Video Editor
Lingkup kerja: melakukan penyuntingan gambar pasca produksi hasil liputan berita.
Pendidikan: diutamakan lulusan sekolah broadcasting namun tidak menutup kemungkinan untuk lulusan bidang ilmu lain dengan catatan menguasai peralatan editing dan software editing.

  1. Graphic Designer
Lingkup kerja: membuat grafis atau animasi on air untuk program pemberitaan.
Pendidikan: diutamakan lulusan sekolah desain  grafis, tertutama yang menguasai Adobe Photoshop, Corel Draw, Freehand dan 3D Max.

BUSINESS
Beberapa bidang bagian ini antara lain:

  1. Account Executive
Lingkup kerja: masuk dalam bidang Marketing dan Sales, pekerjaannya mencari iklan untuk dimasukkan dalam slot iklan setiap program, dan menjalin hubungan baik dengan agensi dan advertiser.
Pendidikan: lulusan sekolah marketing atau bidang ilmu lain yang mempunyai pengalaman dalam hal Sales and Marketing.

  1. Traffic Administrator Finance
Lingkup kerja: melakukan input order ke dalam sistem.
Pendidikan: lulusan sekolah ilmu komputer

  1. Human Resources and General Affair
Lingkup kerja: bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk aspek legal.
Pendidikan: diutamakan lulusan Psikologi Perusahaan dan untuk bagian legal biasanya dibutuhkan lulusan dari sekolah Hukum.

Dan masih banyak bidang lain seperti Accounting, Administration, Finance, Tax Management, Logistic, Procurement, Public Relation.

MEREKA YANG TAMPIL DI DEPAN LAYAR KACA
Untuk Departemen pemberitaan, profesi yang sering tampil di depan layar kaca adalah anchor atau pembaca berita, jurnalis televisi (biasanya merangkap menjadi anchor), dan reporter (jenjang paling bawah dalam bidang jurnalistik televisi, karena tugasnya hanya melaporkan berdasarkan perintah koordinator liputan).
Di bagian produksi drama disebut aktris dan aktor. Namun sebagian besar tayangan sinetron televisi berasal dari rumah produksi, dan bukan produksi internal stasiun televisi yang menayangkannya. Karena itu bagi yang berminat berakting di televisi, peluangnya lebih besar bila melamar di rumah-rumah produksi.
Profesi yang paling besar diminati adalah presenter. Bisa tampil di banyak acara antar lain, acara musik, talk show, variety show, kuis, bahkan menjadi presenter yang mengantar satu acara ke acara lain. Presenter tidak mesti karyawan tetap sebuah perusahaan televisi. Justru lebih banyak direkrut sebagai karyawan kontrak dari radio, atau memakai selebriti yang sudah punya nama.
Syarat utama menjadi anchor dan presenter adalah good looking, fasih berbahasa Inggris, punya kemampuan verbal yang tinggi, vocakl yang microphonic dan percaya diri.

By. Budhi Cahyadi

Saturday, October 22, 2011

SALES, LIFETIME PROFESSION

Sebuah kenyataan bahwa banyak orang tidak menyadari di setiap pekerjaan yang mereka lakukan memerlukan apa yang disebut salesmanship atau kemampuan atau teknik menjual. Apapun itu profesi Anda, bahkan kalo boleh dibilang sejak kita lahir sudah bisa melakukan teknik menjual diri. :)
            Ya, seorang bayi akan menangis untuk bisa mendapatkan susu dari Ibunya, seorang anak kecil akan tertawa terbahak-bahak dengan suara yang lucu yang bisa menarik perhatian orang-orang di sekitarnya.
Tidakkah hal itu juga berlaku pada diri Anda saat ini? Dimana Anda yang bekerja jauh di luar bidang sales seringkali melakukan negosiasi dengan rekan sekerja atau pimpinan Anda mengenai apapun. Negosiasi termasuk salah satu teknik menjual bukan?
Atau Anda sedang dalam posisi promosi karir atau jabatan, pastinya Anda akan menampilkan pekerjaan yang terbaik dan pastinya Anda tidak hanya berdiam diri dalam pekerjaan itu, pasti dibutuhkan suatu cara hingga rekan sekerja dan pimpinan Anda melihat hasil kerja Anda dan mengakui hasil kerja Anda,. Teknik apa yang Anda gunakan? Tentunya dengan cara-cara seperti presentasi hasil kerja, menyampaikan laporan pertanggungjawaban, dan lain sebagianya. Bentuk itu disebut sebagai langkah promosi dan marketing yang merupakan bagian dari proses penjualan.
Institusi yang bergerak di bidang pelayanan pun akan melakukan teknik-teknik penjualan agar supaya institusi mereka bisa dipandang baik di mata masyarakat umum. Seperti mengharuskan pegawainya selalu tersenyum, ramah, pelayanan tepat waktu, siap melayani siapapun. Institusi ini sedang menjual diri, menjual nama baik mereka.
Masih ada satu lagi contoh, Anda yang masih membina hubungan dengan seseorang untuk dijadikan pasangan, pastilah Anda akan melakukan teknik menjual, baik itu dengan menjual rayuan gombal, menjual dengan menunjukkan segala kemampuan terbaik Anda untuk bisa membuat calon pasangan Anda terbuai, atau bahkan menjual harga diri Anda demi mendapatkan sang pujaan hati? :)
Jadi tidak salah jika saya menyebut bahwa kita semua yang bekerja dibidang apapun tidak akan terlepas dari teknik atau kemampuan menjual atau saya sebut Sales, sebagai lifetime profession.
            Lantas bagaimana cara agar Anda bisa menjadi “Salesman” yang baik di lingkungan kerja Anda? Anda bisa berhasil jika Anda MAU mengerti dan merespon tepat waktu kebutuhan ”pelanggan” Anda.
            Pelanggan yang mana? Rekan kerja Anda, Pimpinan Anda, bagian atau departemen lain yang membutuhkan hasil kerja Anda adalah pelanggan Anda. Atau seseorang yang sedang Anda bidik untuk menjadi pasangan atau kekasih. Betul bukan? Bila semua tindakan dilakukan dengan persistance, sincere, dengan diiringi pengetahuan akan pekerjaan Anda dan juga pengetahuan mengenai apa saja yang dibutuhkan oleh “pelanggan” Anda, maka saya yakin Anda akan berhasil.
Untuk bisa menjadi orang sukses, ternyata kita diharuskan menjadi seorang sales yang profesional di lingkungan internal atau eksternal.

Profesi Salesman atau Sales Person
Saya sering bertemu dengan sales person yang malu mengakui dirinya sebagai sales, karena stigma masyarakat yang menganggap sales adalah pekerjaan yang penuh dengan trik dan proses pembujukan dan cenderung pemaksaan.
Pokoknya transaksi untung rugi, mereka hanya bekerja untuk target, komisi dan bonus, sehingga menutup panca inderanya untuk menangkap sinyal dari para pelanggannya.
Teman saya yang bekerja di industri penyedia tenaga kerja ataupun online recruitment service sering kali mendapatkan ketimpangan yang cukup serius dalam hal demand dan supply, banyak posisi sales yang tidak bisa diisi karena minimnya kandidat.
Bagi para pemula yang sedang memulai karirnya ada baiknya mencoba karir di bidang sales. Mengapa saya katakan seperti itu, karena profesi sales yang benar mengajarkan menjadi seorang yang tangguh dalam segala hal.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dipelajari dari dunia sales :
  • Target Achievement atau pencapaian target dengan penuh komitmen,
  • Customer Service Excellence, atau pelayanan terhadap pelanggan baik internal maupun eksternal  dengan sebaik mungkin,
  • Customer Relationship, atau menjaga dan membina hubungan baik dengan pelanggan dan juga menjaga nama baik perusahaan,
  • Product Distribution, atau mendistribusikan produk secara merata,
  • Finance Report atau melakukan pekerjaan/laporan keuangan dengan jujur,
  • Administrasi Report, menyajikan laporan hasil kerja sedetail mungkin,
  • Competitor Activity Report, atau memberikan gambaran tentang produk-produk pesaing dengan akurat,
  • Product Knowledge and Company Knowledge, menguasai kelebihan dan kekuatan produk yang dijual, dan juga harus mengetahui perusahaan dimana seorang sales person bekerja,
  • Presentation, seorang sales person dituntut untuk bisa melakukan presentasi,
  • Analysis, seorang Sales Person harus mampu menganalisis dengan detail hasil pekerjaan dan lingkungan pekerjaannya,
  • Bahkan menjaga penampilan diri baik dari luar dan dalam adalah salah satu tugas dari seorang sales person,
  • Dan masih banyak tugas pekerjaan lain.
 Jika hal-hal diatas bisa dipelajari dan dilalui dengan baik maka sepertinya tidak akan sulit untuk melalui proses karir yang lebih tinggi, karena banyak contoh orang-orang yang berhasil di karirnya dan sukses di bisnis sendiri bermula dari menjadi Sales Person.
Dan jika Anda ingin memulai berkarir tidak ada salahnya dan tidak perlu takut atau bahkan malu untuk menjajaki karir di dunia sales. Tentunya dibarengi dengan niat baik, komitmen dan kejujuran yang melandasi setiap pekerjaan Anda.

Salam Sukses,
Budhi Cahyadi

Friday, October 14, 2011

PROCRASTINATION

Kebiasaan terus menerus menunda suatu tugas atau pekerjaan yang tidak disuka dan malah mengerjakan tugas atau pekerjaan lain dalam bahasa psikologi disebut procrastination. Orang yang memiliki gejala ini disebut procrastinator. Walaupun kelihatan seperti masalah sepele tetapi akan sangat merugikan apabila seseorang menjadi procrastinator terlalu lama. Ada beberapa ciri yang biasa dimiliki oleh seorang procrastinator. Apakah kita termasuk salah satunya?

  1. Optimis vs takut
Seorang procrastinator biasanya sangat percaya diri bisa menyelesaikan satu pekerjaan dalam waktu singkat. Misal, kita merasa mampu membuat pembukuan dalam waktu 2 jam. Jadi jika ada waktu 12 jam, 10 jam bisa dipakai untuk bersantai, dong. Padahal, alasan sebenarnya karena malas, takut tidak bisa, atau tidak menyukai pekerjaan ini.

  1. Merasa terlalu sibuk
Merasa terlalu sibuk akhirnya membuat seseorang procrastinator jadi tidak mengerjakan tugas yang seharusnya dia kerjakan. Misal, kita merasa tidak bisa membuat pekerjaan karena harus membersihkan kamar sekaligus memasak. Padahal pada akhirnya, tidak satu pun dari tugas itu yang dikerjakan.

  1. Keras kepala
Seorang procrastinator merasa kalau dia sama sekali tidak bisa dipaksa untuk melakukan sesuatu. Ini karena adanya keyakinan, segala sesuatu harus diatur oleh diri sendiri atau harus menunggu mood bagus muncul dengan sendirinya.

  1. Selalu menjadi korban
Karena tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik atau mendapatkan nilai jelek, seorang procrastinator merasa dia adalah korban dari keadaan. Sayangnya procrastinator sama sekali tidak sadar jika itu semua akibat dari kesalahannya sendiri.

  1. Suka beralih
Saat harus mengerjakan tugas, tiba-tiba kita ingin mendengarkan musik atau menonton TV. Ini salah satu ciri procrastinator yang sering dimiliki seseorang. Karena ingin menghindari tugas yang bikin takut, akhirnya procrastinator memilih untuk melakukan hal lain yang kurang penting.


Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan sifat procrastination:

  1. Kepercayaan yang salah (false belief).
Maksudnya adalah kepercayaan yang salah jika kerja lebih baik dan lebih terasa menantang jika kita berada di bawah tekanan atau waktu yang sempit.

2. Takut gagal.
Ketakutan berlebih jika kita bakal gagal mengerjakan tugas itu dan akhirnya lebih memilih menghindar.

  1. Perfeksionis.
Yang akhirnya membuat kita merasa tidak perlu mengerjakan satu tugas yang tidak kita sukai.

  1. Terburu-buru.
Sifat buru-buru atau biasa disebut impulsif membuat procrastinator cepat sekali beralih melakukan hal lain selain tugas utamanya.

  1. Memberontak.
Procrastination bisa muncul sebagai reaksi pemberontakan terhadap orang tua ataupun atasan yang otoriter alias suka mengatur kehidupan/pekerjaan kita. Procrastinator memberontak dengan cara tidak ingin diatur dalam kehidupan/pekerjaan

Budhi Cahyadi, dari berbagai sumber

Friday, September 30, 2011

Mempertahankan Pekerjaan

“Saya merasa sesuai kerja seperti ini karena sangat sesuai dengan hobi dan cita-cita saya, tapi saya sangat tidak menyukai suasana atau lingkungan kerja di tempat ini, karena pimpinan saya yang tidak bisa adil dalam melihat hasil kerja saya dan juga rekan-rekan kerja saya yang nampak tolol tapi sok pintar, suka menjilat,  tidak ada pekerjaan mereka yang lebih berarti dibanding dengan saya, bahkan saya sering overtime. Tapi anehnya pimpinan tidak bisa melihat dengan jelas, giliran saya melakukan kesalahan,  yang ada caci maki bahkan anggapan bahwa saya tidak bisa bekerja.”
Kondisi seperti diatas seringkali dialami oleh para pekerja terutama pekerja di level staf atau entry level, memang dilematis sekali nampaknya, mau hengkang dari pekerjaan, tapi belum mendapatkan pekerjaan lagi, kalaupun dapat, apakah bisa sesuai dengan pekerjaan saat ini yang sangat berkaitan dengan hobi. Jika tidak segera keluar, sudah tidak nyaman dengan suasana dan gaya kepemimpinan bos. 
Atau malah sebaliknya, merasa tidak bisa menikmati apa yang ditugaskan di tempat kerja, tapi sangat menikmati lingkungan dan suasana kerja karena rekan-rekan kerja yang sangat baik dan juga pimpinan yang berkualitas tinggi sebagai pemimpin sekaligus manager.

Lantas apa yang harus dilakukan? Apakah harus mempertahankan pekerjaan atau harus hengkang secepatnya?

Memang idealis jika mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan keinginan atau hobi atau pekerjaan yang merupakan perwujudan cita-cita diri, tentunya yang saya bicarakan diluar pendapatan secara financial, dan juga suasana dan lingkungan kerja yang sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apa ada yang salah dengan idealisme ini? Saya menjawab tidak salah sama sekali, karena hal ini bisa terwujud jika memang antar bagian bisa bekerja sama dengan baik.

Siapakah pihak-pihak yang harus bekerja sama tersebut :

1. Pelaku Bisnis / Pemilik Usaha / Owner
Setidaknya seorang pelaku bisnis harus mampu menyediakan hal-hal yang menyangkut  kebutuhan kerja karyawannya, karena bagaimanapun juga bisnis bisa berkembang dengan baik sesuai dengan cita-cita pelaku bisnis karena kinerja karyawannya yang selalu menunjukkan peningkatan.

2. Management / Manager / Kepala Bagian / Supervisor / Atasan
Anda di rekrut tidak semata-mata hanya melakukan tugas managerial atau supervisi, tapi kepemimpinan Anda sangat dibutuhkan, dimana seorang atasan harus mampu mengelola pekerja dan pekerjaannya, maksudnya adalah harus bisa mengelola bawahannya dan pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Selain itu sikap kepemimpinan / leadership atasan yang baik menjadikan bawahan merasa terlindungi dalam melakukan pekerjaannya, sehingga bawahan dapat maksimal dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

3. Karyawan Staf / Bawahan / Entry Level
Seorang karyawan bagian staf yang merupakan bagian paling bawah dan dalam sebuah struktur organisasi tapi merupakan garda yang paling depan alias pion, adalah sebuah fakta nyata dimana sebuah organisasi atau perusahaan dapat dikatakan berjalan dengan baik dilihat dari kinerja secara langsung di level staf.
Maka dari itu kerjasama dan tanggung jawab yang perlu diutamakan. Kerjasama dengan atasan, kerjasama dengan rekan se-level sangat penting, karena apapun kondisinya dalam sebuah organisasi atau perusahaan tidak memungkinkan kita bekerja sendiri. Selain itu tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang sudah diberikan kepadanya sangat perlu diperhatikan.

Akan sangat memungkin jika ketiga bagian diatas dapat bekerja sama dengan baik idealisme seorang karyawan dapat terwujud.

Kembali kepada apa yang harus dilakukan jika menemukan hambatan kerja seperti yang dialami diatas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :

1. Koreksi diri sendiri,
Apakah yang sudah saya lakukan untuk perusahaan sudah sesuai dengan apa yang diminta perusahaan, atasan dan rekan sekerja? Ukuran kesesuaian tentunya bukan dari diri kita sendiri, tetapi dari pihak lain dimana pihak itu adalah atasan langsung dan atasan tidak langsung serta rekan se-level.
Biasanya di sebuah perusahaan ada indikator penilaian yang digunakan dalam menilai kinerja karyawan ada baiknya hasil penilaian tersebut disikapi dengan terbuka dan bisa dijadikan bahan diskusi dengan atasan atau rekan sekerja.

2. Komunikasi
Bicarakan hal ini kepada atasan Anda, gunakan kesempatan membicarakan hal ini pada saat rapat atau regular meeting dengan semua bagian atau Anda bisa melakukannya secara pribadi dengan atasan Anda.  Tapi ingat, jangan sekali-kali Anda berbicara seolah-olah Anda merasa paling benar dan paling pintar, yang ada Anda akan mendapatkan musuh.
Tidak hanya dengan atasan, tapi perlu juga membicarakan mengenai kinerja Anda dan team Anda dengan rekan sekerja untuk bisa mengetahui kinerja Anda dan juga bagian Anda.
Jika budaya rapat atau meeting memang belum biasa di tempat Anda, tidak ada salahnya Anda mengusulkan kepada atasan langsung Anda atau atasan tidak langsung Anda. Karena sebuah pertemuan yang digunakan untuk membahas kinerja sangatlah penting.

3. Hunting Pekerjaan Baru
Jika memang kedua usaha Anda dirasa tidak memberikan harapan, disarankan untuk segera mencari pekerjaan baru, tetapi diusahakan untuk sebisa mungkin bertahan sebelum mendapatkan pekerjaan yang baru karena sulitnya masa sekarang untuk mencari pekerjaan.
Selama masa pencarian pekerjaan itu, tetap tunjukkan sikap professional Anda, pelajari pekerjaan Anda dengan baik sebagai bekal jika diterima di tempat kerja yang baru.
Dan  jangan merasa ragu, Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan idealisme Anda, selama Anda yakin dengan kemampuan Anda yang telah terasah nyata di perusahaan yang lama pasti akan mudah mendapatkan pekerjaan baru dengan cepat. Dan juga banyak perusahaan sudah menerapkan standar kerja yang memberikan kenyamanan bagi pekerja atau karyawannya.

Harapan karyawan untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keinginannya serta dukungan suasana kerja yang nyaman karena harmonisasi antar karyawan dan juga dengan pimpinan serta pelaku bisnis dapat terwujud.

Budhi Cahyadi
Business Development & HRD Consultant